d’Seerys Fisioterapi - Fisioterapi
adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau
kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh
sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan
gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis), pelatihan fungsi,
komunikasi (Kepmenkes RI No.1363/MENKES/SK/XII/2001). Sedangkan Fisioterapis
adalah seorang yang telah lulus pendidikan fisioterapi sesuai peraturan
perundangan yang berlaku. Agar pelayanan fisioterapi terhadap pasien dapat
berlangsung profesional pelayanan fisioterapi di laksanakan oleh fisioterapis
yang memilikin SIF ( Surat Izin Fisioterapi ) atau STR ( Surat Tanda
Registrasi).
SEJARAH FISIOTERAPI
1. Sejarah
Fisioterapi Dunia
Pelayanan Fisioterapi sebenarnya sudah dimulai sejak 2000SM. Waktu itu fisioterapi dilakukan dengan cara mandi uap, pemakaian mineral dan pemijatan. munculnya toko ilmuan bapak kedokteran bapak hipokrates yang kemudian dilanjutkan oleh Galenus diyakini sebagai orang pertama yang melakukan praktek fisioterapi dengan teknik pijat (massage), teknik manual, dan
hidroterapi untuk mengobati pasien pada tahun 460 SM. Setelah adanya
pengembangan pediatric pada abad ke-18, alat-alat mesin seperti gimnasticon
dikembangkan untuk terapi encok dan dan keluhan sejenis lainnya melalui
pemberian latihan secara teratur pada sendi-sendi yang mengalami gangguan.
Dokumen
asli yang pertama ditemukan tentang praktik fisioterapi secara professional
adalah yang dibuat oleh Per Henrik Ling, “Bapak Gimnastik Swedia” , yang
mendirikan RCIG (Royal Central Institut of Gimnastik) pada tahun 1813 untuk
terapi massage (pijat), manipulasi dan exercise (latihan). Panggilan yang
digunakan orang Swedia untuk fisioterapis pada saat itu adalah “sjukgymnast” =
“sick-gymnast”. Pada tahun 1887 fisioterapi memperoleh pengakuan secara resmi
(official registration) oleh Sweden’s National Board of Health and Welfare.
Setelah
itu negara lainnya menyusul. Pada tahun 1894 empat orang perawat di Britania
Raya membentuk Chartered Society of Physiotherapy. Lalu disusul pemebentukan
pendidikan fisioterapi di Universitas Otago New Zealand pada tahun 1913, dan
United State Reed College di Portland, Oregon pada tahun 1914 dengan lulusan
sebagai “reconstruction aides” (asisten rehab).
Penelitian
(riset) juga meningkatkan perkembangan fisioterapi. Penelitian pertama tentang
fisioterapi dipublikasikan di Amerika Serikat dipublikasikan pada bulan Maret
1921 dalam The PT Review. Di tahun yang sama, Mary Mcmillan mendirikan
organisasi Physical Therapy Association ( sekarang berubah menjadi APTA
(American Physical Therapy Association). Pada tahun 1942, Georgia Warm Spring
Foundation mendukung perkembangan fisioterapi dengan menganjurkan fisioterapi
sebagai terapi untuk penderita polio.
Terapi-terapi
yang dilakukan sepanjang tahun 1940-an baru berkisar pada terapi latihan,
massage, dan traction. Teknik-teknik manipulasi pada punggung/tulang belakang
dan sendi-sendi pada extremitas (alat gerak) mulai dipraktikkan Negara-negara
Persemakmuran Inggris di awal tahun 1950an. Beberapa tahun setelah itu
fisioterapis mulai merambah dari hanya sekedar bertugas di rumah sakit ke
tempat-tempat lain seperti klinik ortopedi, sekolah-sekolah, universitas, pusat
geriatric, pusat rehabilitasi, dan pusat-pusat pengobatan lainnya.
Spesialisasi
untuk fisioterapi diawali di Amerika Serikat pada tahun 1974, dengan
dibentuknya Bidang Ortopedi APTA yang mengembangkan spesialis ortopedi. Di
tahun yang sama, Internationa Federation of Orthopaedic Manipulative Therapy
dibentuk. Federasi inilah yang memainkan perananan penting dalam memperkenalkan
manual terapi ke seluruh dunia.
2. Sejarah
Fisioterapi Indonesia
Prof.
DR. Soeharso bisa dikatakan sebagai bapak fisioterapi Indonesia. Dilatar
belakangi oleh banyaknya para penyandang cacat akibat peran Dunia ke II yang
tidak mendapat perlakuan yang semestinya sebagai bagian dari mahluk ciptaan
Tuhan maka didirikanlah Rehabilitasi
Centrum (RC) pertama kali oleh Prof. DR. Soeharso di Solo. Pelayanan yang
diberikan pada saat itu berupa Limb Fitting dan Vocational Training.
Pada
tahun 1954 dibukalah sebuah klinik Orthopedi untuk mengatasi peningkatan
kebutuhan akan pelayanan medis terhadap kecacatan fisik yang dialami, Pada
tahun 1956 dibukalah kursus massage dan exercise selama 6 bulan yang diikuti
oleh utusan dari Rumah Sakit dan Orang yang telah berpengalaman dalam bidan
Keperawatan selama 2 tahun dan memiliki ijazah SMP. Pada tahun 1970 di Solo di
dirikan Akademi Fisioterapi Murni Non. Keperawatan dan pada tahun 1984 Akfis
Ujungpandang didirikan.
MODALITAS FISIOTERAPI
Di dalam menjalankan tugasnya
fisioterapis mengunakan berbagai macam modalitas baik itu secara
manual maupun mengunakan peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis). Beberapa
modalitas yang sering digunakan fisioterapi :
- Infrared
- Nebulizer
- Ultrasound Therapy
- Exercises Therapy
- Manual Therapy
- Hydrotherapy
- Traksi Lumbal & Cervical
- Traksi Lumbal & Cervical
- MWD (Micro Wave Diathermy)
- SWD (Short Wave Diathermy)
- Stimulasi Elektrik (Transcutaneus
Electrical Nerve Stimulation / TENS, Faradic, Galvanic, dan lain-lain)