Wednesday, March 20, 2013

TENDINITIS INFRASPINATUS

tendinitis infraspinatus dseerys


Posting kali ini dseerys akan membahas tentang tendinitis infraspinatus. Disini dseerys akan menjelaskan  pengertian, penyebab, gejala dan tanda-tanda klinis, patologi dan komplikasi dari tendinitis infraspinatus.

Tendinitis infraspinatus merupakan peradangan (iritasi dan pembengkakan) pada tendon infraspinatus. Penyebabnya karena penggunaan yang berlebihan pada gerakan eksorotasi bahu terutama pada olahraga (bulu tangkis, tenis, baseball, dll), trauma berulang, dan usia.

Gejala dan tanda klinik dari tendinitis infraspinatus ini adalah nyeri pada saat gerakan eksorotasi bahu. Adanya nyeri tekan pada m. infraspinatus, nyeri pada daerah lengan atas dan kadang-kadang sedikit kearah bagian lengan belakang, rasa sakit pada bagian bawah dan belakang tulang scapula, ketika cidera parah rasa sakit pasien dirasakan sampai ke lengan. Kesulitan mengenakan kemeja atau mantel, membuka pintu, dan jika tidak ditangani rasa sakit dapat mengaggu tidur, olahraga dan bahkan aktivitas sehari – hari .

Patologi pada kasus ini Tendon mendapatkan suplai darah dari pembuluh darah yang mengalir melalui tendon. Pembuluh darah tendon rentan terhadap penguluran, tekanan dan trauma yang berulang–ulang. Adanya cidera atau trauma menyebabkan terjadinya kerobekan serabut-serabut tendon, sehingga akan terjadi perubahan pada tendon. Cairan yang keluar dari sistem sirkulasi akan mengambil tempat ke arah celah tendon yang robek dan dapat menjalar ke sekitarnya kemudian cairan tersebut mengendap dan membentuk hematom. Hematom ini akan menekan ujung–ujung saraf  sensoris di sekitarnya hingga akan menambah rasa nyeri. Apabila penekanan yang mengakibatkan peradangan ini terjadi berulang–ulang maka tendon akan semakin menebal. Hal ini mengakibatkan gerakan tendon terbatas atau terhambat. Sehingga suplai darah terganggu yang akan mengakibatkan tendinitis.

Komplikasi dapat terjadi, bila penderita tidak mengatasinya dengan cepat sehingga dapat memperburuk keadaan pasien seperti atrofi pada m. infraspinatus, kontraktur pada rotator cuff muscle bahu kiri, dan stiffnes joint pada sendi bahu.

Tuesday, March 19, 2013

SEKILAS FISIOTERAPI


d’Seerys Fisioterapi - Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis), pelatihan fungsi, komunikasi (Kepmenkes RI No.1363/MENKES/SK/XII/2001). Sedangkan Fisioterapis adalah seorang yang telah lulus pendidikan fisioterapi sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Agar pelayanan fisioterapi terhadap pasien dapat berlangsung profesional pelayanan fisioterapi di laksanakan oleh fisioterapis yang memilikin SIF ( Surat Izin Fisioterapi ) atau STR ( Surat Tanda Registrasi).

SEJARAH FISIOTERAPI
1. Sejarah Fisioterapi Dunia 
Pelayanan Fisioterapi sebenarnya sudah dimulai sejak 2000SM. Waktu itu fisioterapi dilakukan dengan cara mandi uap, pemakaian mineral dan pemijatan. munculnya toko ilmuan bapak kedokteran bapak hipokrates yang kemudian dilanjutkan oleh Galenus diyakini sebagai orang pertama yang melakukan praktek fisioterapi dengan teknik pijat (massage), teknik manual, dan hidroterapi untuk mengobati pasien pada tahun 460 SM. Setelah adanya pengembangan pediatric pada abad ke-18, alat-alat mesin seperti gimnasticon dikembangkan untuk terapi encok dan dan keluhan sejenis lainnya melalui pemberian latihan secara teratur pada sendi-sendi yang mengalami gangguan.
Dokumen asli yang pertama ditemukan tentang praktik fisioterapi secara professional adalah yang dibuat oleh Per Henrik Ling, “Bapak Gimnastik Swedia” , yang mendirikan RCIG (Royal Central Institut of Gimnastik) pada tahun 1813 untuk terapi massage (pijat), manipulasi dan exercise (latihan). Panggilan yang digunakan orang Swedia untuk fisioterapis pada saat itu adalah “sjukgymnast” = “sick-gymnast”. Pada tahun 1887 fisioterapi memperoleh pengakuan secara resmi (official registration) oleh Sweden’s National Board of Health and Welfare.
Setelah itu negara lainnya menyusul. Pada tahun 1894 empat orang perawat di Britania Raya membentuk Chartered Society of Physiotherapy. Lalu disusul pemebentukan pendidikan fisioterapi di Universitas Otago New Zealand pada tahun 1913, dan United State Reed College di Portland, Oregon pada tahun 1914 dengan lulusan sebagai “reconstruction aides” (asisten rehab).
Penelitian (riset) juga meningkatkan perkembangan fisioterapi. Penelitian pertama tentang fisioterapi dipublikasikan di Amerika Serikat dipublikasikan pada bulan Maret 1921 dalam The PT Review. Di tahun yang sama, Mary Mcmillan mendirikan organisasi Physical Therapy Association ( sekarang berubah menjadi APTA (American Physical Therapy Association). Pada tahun 1942, Georgia Warm Spring Foundation mendukung perkembangan fisioterapi dengan menganjurkan fisioterapi sebagai terapi untuk penderita polio.
Terapi-terapi yang dilakukan sepanjang tahun 1940-an baru berkisar pada terapi latihan, massage, dan traction. Teknik-teknik manipulasi pada punggung/tulang belakang dan sendi-sendi pada extremitas (alat gerak) mulai dipraktikkan Negara-negara Persemakmuran Inggris di awal tahun 1950an. Beberapa tahun setelah itu fisioterapis mulai merambah dari hanya sekedar bertugas di rumah sakit ke tempat-tempat lain seperti klinik ortopedi, sekolah-sekolah, universitas, pusat geriatric, pusat rehabilitasi, dan pusat-pusat pengobatan lainnya.
Spesialisasi untuk fisioterapi diawali di Amerika Serikat pada tahun 1974, dengan dibentuknya Bidang Ortopedi APTA yang mengembangkan spesialis ortopedi. Di tahun yang sama, Internationa Federation of Orthopaedic Manipulative Therapy dibentuk. Federasi inilah yang memainkan perananan penting dalam memperkenalkan manual terapi ke seluruh dunia.

2. Sejarah Fisioterapi Indonesia
Prof. DR. Soeharso bisa dikatakan sebagai bapak fisioterapi Indonesia. Dilatar belakangi oleh banyaknya para penyandang cacat akibat peran Dunia ke II yang tidak mendapat perlakuan yang semestinya sebagai bagian dari mahluk ciptaan Tuhan  maka didirikanlah Rehabilitasi Centrum (RC) pertama kali oleh Prof. DR. Soeharso di Solo. Pelayanan yang diberikan pada saat itu berupa Limb Fitting dan Vocational Training.
Pada tahun 1954 dibukalah sebuah klinik Orthopedi untuk mengatasi peningkatan kebutuhan akan pelayanan medis terhadap kecacatan fisik yang dialami, Pada tahun 1956 dibukalah kursus massage dan exercise selama 6 bulan yang diikuti oleh utusan dari Rumah Sakit dan Orang yang telah berpengalaman dalam bidan Keperawatan selama 2 tahun dan memiliki ijazah SMP. Pada tahun 1970 di Solo di dirikan Akademi Fisioterapi Murni Non. Keperawatan dan pada tahun 1984 Akfis Ujungpandang didirikan.

MODALITAS FISIOTERAPI
Di dalam menjalankan tugasnya fisioterapis mengunakan berbagai macam modalitas baik itu secara manual maupun mengunakan peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis). Beberapa modalitas yang sering digunakan fisioterapi :
  1. Infrared
  2. Nebulizer
  3. Ultrasound Therapy
  4. Exercises Therapy
  5. Manual Therapy
  6. Hydrotherapy
  7. Traksi Lumbal & Cervical
  8. Traksi Lumbal & Cervical
  9. MWD (Micro Wave Diathermy)
  10. SWD (Short Wave Diathermy)
  11. Stimulasi Elektrik (Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation / TENS, Faradic, Galvanic, dan lain-lain)
◄ Newer Post
 

Copyright 2011 d'Seerys Fisioterapi is proudly powered by blogger.com | Design by BLog BamZ